Portal Berita Ekonomi Indonesia & Global
Saturday, 24 October 2026
Informasi Ekonomi Global
GLOBAL

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, Hampir 1.000 Penerbangan Dibatalkan

Gelombang besar dan hujan deras akibat Topan Champi di Taiwan pada 23 Oktober 2026.

Topan Champi Taiwan menyebabkan gangguan besar terhadap aktivitas masyarakat pada Jumat, 23 Oktober 2026. Badai kuat tersebut membawa angin kencang, hujan lebat, serta ancaman banjir di berbagai wilayah.

Akibatnya, pemerintah menghentikan sejumlah kegiatan publik dan membatalkan hampir 1.000 penerbangan domestik maupun internasional. Selain itu, sekolah, perkantoran, dan pasar keuangan menghentikan aktivitas sebagai langkah pencegahan.

Otoritas setempat juga mengevakuasi ribuan penduduk dari kawasan rawan bencana. Sementara itu, tim penyelamat meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan banjir dan tanah longsor.

Badai ini sebelumnya mencapai kategori topan super sebelum kekuatannya mulai melemah. Namun, Champi tetap berbahaya karena memiliki wilayah jangkauan angin yang sangat luas.

Hampir 1.000 Penerbangan Dibatalkan Akibat Topan Champi

Sektor penerbangan menjadi salah satu layanan paling terdampak oleh kedatangan Topan Champi Taiwan.

Menurut laporan Focus Taiwan, otoritas penerbangan mencatat 977 pembatalan penerbangan hingga Jumat pagi. Jumlah tersebut mencakup 262 penerbangan domestik serta 715 penerbangan internasional dan lintas selat.

Selanjutnya, laporan Reuters menyebutkan 717 pembatalan penerbangan internasional dalam pembaruan berbeda. Perbedaan angka tersebut mencerminkan perkembangan laporan selama gangguan berlangsung.

Bandara Internasional Taoyuan turut mengalami pembatalan penerbangan penumpang dan kargo dalam jumlah besar.

Beberapa maskapai, termasuk EVA Air, China Airlines, dan Tigerair Taiwan, menyesuaikan jadwal penerbangannya. Bahkan, sejumlah layanan menuju Jepang mengalami pembatalan lebih awal.

Selain penerbangan, otoritas maritim juga menghentikan 96 perjalanan feri pada sepuluh rute.

Oleh karena itu, penumpang diminta memeriksa informasi maskapai sebelum menuju bandara. Jadwal keberangkatan masih berpotensi berubah mengikuti perkembangan cuaca.

Angin Topan Champi Mencapai 191 Kilometer per Jam

Berdasarkan informasi Central Weather Administration Taiwan, Champi membawa hembusan angin sekitar 191 kilometer per jam.

Selain itu, radius anginnya mencapai sekitar 320 kilometer. Ukuran tersebut memungkinkan badai memengaruhi sebagian besar wilayah Taiwan secara bersamaan.

Meskipun kekuatannya menurun, risiko cuaca ekstrem tetap tinggi. Bahkan, dampak angin dan hujan diperkirakan berlangsung hampir dua hari.

Sementara itu, wilayah pegunungan utara menghadapi potensi curah hujan mendekati satu meter.

Kondisi tersebut meningkatkan ancaman banjir, longsor, serta kerusakan infrastruktur di kawasan rentan.

Pemerintah juga mengirimkan peringatan kepada masyarakat pesisir. Peringatan tersebut mencakup kemungkinan hembusan angin melebihi 150 kilometer per jam.

Satu Orang Meninggal dan Ribuan Warga Dievakuasi

Dampak Topan Champi tidak hanya mengganggu transportasi, tetapi juga mengancam keselamatan penduduk.

Berdasarkan pembaruan Reuters pada Jumat, satu orang meninggal dunia dan 171 lainnya mengalami cedera. Selain itu, pemerintah mengevakuasi 2.639 penduduk dari kawasan pegunungan.

Evakuasi berlangsung untuk mengurangi risiko korban akibat cuaca ekstrem. Petugas juga menyiapkan perahu penyelamat dan kendaraan amfibi untuk menghadapi kemungkinan banjir.

Di wilayah Yilan, pemerintah setempat meningkatkan perlindungan terhadap kawasan yang rentan tergenang.

Sementara itu, warga Keelung mengamankan kapal dan mempersiapkan perlengkapan menghadapi gelombang tinggi.

Pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat agar menghindari pantai selama kondisi berbahaya.

Listrik Padam dan Aktivitas Ekonomi Taiwan Terganggu

Topan Champi Taiwan juga menyebabkan gangguan terhadap pasokan listrik di berbagai daerah.

Perusahaan listrik Taipower melaporkan lebih dari 77.000 rumah sempat kehilangan aliran listrik. Namun, petugas berhasil memulihkan layanan untuk sebagian besar pelanggan.

Di sisi lain, pasar keuangan Taiwan menghentikan perdagangan pada Jumat.

Sebagian besar sekolah dan perkantoran juga menutup kegiatan sementara. Namun, wilayah Kepulauan Kinmen tetap menjalankan aktivitas normal.

Gangguan turut memengaruhi transportasi publik di Taipei. Layanan kereta perkotaan masih berjalan, tetapi beberapa jadwal mengalami pengurangan.

Sementara itu, kereta cepat yang menghubungkan wilayah utara dan selatan tetap beroperasi.

Perusahaan semikonduktor TSMC juga melaporkan kegiatan operasional berjalan normal tanpa gangguan signifikan.

Dengan demikian, dampak badai berbeda pada setiap sektor ekonomi Taiwan.

Taiwan Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Pemerintah Taiwan meningkatkan koordinasi antara petugas darurat, aparat setempat, dan pihak militer.

Langkah tersebut bertujuan mempercepat respons apabila terjadi banjir besar atau kerusakan infrastruktur.

Selain itu, sejumlah kawasan menyediakan karung pasir untuk membatasi masuknya air.

Petugas penyelamat juga menyiapkan kendaraan khusus untuk menjangkau daerah yang sulit dilalui.

Pemerintah mengutamakan keselamatan masyarakat selama badai bergerak mendekati pulau tersebut.

Sementara itu, warga diminta memperhatikan pengumuman resmi dan tidak melakukan perjalanan yang tidak mendesak.

Ke Mana Arah Pergerakan Topan Champi Selanjutnya?

Menurut prakiraan cuaca pada Jumat, Champi diperkirakan melewati perairan dekat pantai timur laut Taiwan.

Selanjutnya, badai diproyeksikan berbelok ke utara menuju kawasan pesisir China sebelum bergerak ke Jepang selatan.

Pulau Yonaguni di Prefektur Okinawa termasuk wilayah yang berpotensi menghadapi dampak badai.

Namun, perubahan arah badai masih mungkin terjadi. Karena itu, otoritas cuaca tidak sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan pendaratan langsung di Taiwan.

Pergerakan lambat juga dapat memperpanjang paparan angin kencang dan hujan deras.

Oleh sebab itu, masyarakat di kawasan terdampak perlu terus mengikuti pembaruan prakiraan cuaca resmi.

Dampak Topan Champi Menjadi Perhatian Kawasan Asia Timur

Gangguan besar di Taiwan menunjukkan besarnya pengaruh cuaca ekstrem terhadap transportasi dan aktivitas ekonomi.

Pembatalan hampir 1.000 penerbangan dapat mengganggu perjalanan bisnis, pariwisata, serta konektivitas internasional.

Selain itu, gangguan pelayaran dapat memengaruhi mobilitas masyarakat antarpulau.

Meski demikian, skala kerugian ekonomi keseluruhan belum dapat dipastikan dari laporan awal.

Pemerintah Taiwan masih memprioritaskan keselamatan masyarakat dan pemulihan layanan penting.

Kesimpulan

Topan Champi Taiwan mengakibatkan gangguan luas terhadap penerbangan, transportasi laut, pasokan listrik, dan kegiatan publik.

Hampir 1.000 penerbangan dibatalkan, sementara ribuan warga meninggalkan kawasan rawan bencana.

Meskipun badai mulai melemah, ancaman angin kencang dan hujan ekstrem belum sepenuhnya berakhir.

Oleh karena itu, pemantauan cuaca dan kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Perkembangan Topan Champi juga menjadi perhatian negara tetangga, terutama Jepang, yang berada dalam jalur prakiraan badai.

 


Jangan Lewatkan Informasi yang Penting

Ikuti perkembangan ekonomi, bisnis, teknologi, pasar, hiburan, olahraga, dan berbagai peristiwa penting dari Indonesia maupun dunia bersama GAMKONOMI.

Temukan informasi terbaru yang ringkas, relevan, dan mudah dipahami untuk membantu Anda tetap mengikuti perubahan yang terjadi setiap hari.

[ Baca Berita Terbaru ]

GAMKONOMI — Informasi Ekonomi, Bisnis, dan Dunia dalam Satu Platform.

Diliraba Gulnazar