Portal Berita Ekonomi Indonesia & Global
Sunday, 25 October 2026
Informasi Ekonomi Global
OLAHRAGA

Fajar/Fikri Tumbang di French Open 2026! Ganda Putra Indonesia Gagal Melaju ke Babak 16 Besar

Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri bertanding pada French Open 2026 sebelum tersingkir di babak 32 besar.

PARIS, GAMKONOMI – Kejutan besar terjadi setelah Fajar/Fikri tumbang di French Open 2026 pada babak pertama. Pasangan ganda putra Indonesia tersebut harus mengakhiri perjuangan lebih cepat dari perkiraan.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari wakil Chinese Taipei, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin, melalui dua gim langsung. Pertandingan berlangsung di Arena Grand Paris, Prancis, Rabu (21/10/2026).

Pasangan unggulan ketiga itu menyerah dengan skor 24-26 dan 13-21 pada babak 32 besar. Akibatnya, mereka gagal mengamankan tiket menuju babak 16 besar French Open 2026.

Hasil ini mengejutkan karena Fajar/Fikri baru saja menjuarai Denmark Open 2026. Namun, momentum kemenangan tersebut belum mampu mereka lanjutkan dalam turnamen BWF World Tour Super 750 di Prancis.

Fajar/Fikri Tumbang di French Open 2026 Setelah Gim Pertama Dramatis

Pertandingan dimulai dengan persaingan ketat antara kedua pasangan. Fajar/Fikri berusaha mengambil kendali melalui serangan cepat dan permainan depan net.

Namun, Chiu/Wang tampil disiplin dalam bertahan dan mengantisipasi serangan wakil Indonesia. Bahkan, pasangan Chinese Taipei berhasil memimpin 11-8 saat interval gim pertama.

Setelah jeda, Fajar/Fikri meningkatkan intensitas permainan dan mulai memperkecil ketertinggalan. Mereka kemudian berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-15.

Sayangnya, lawan kembali menemukan ritme permainan hingga mencapai game point pada kedudukan 20-17. Fajar/Fikri tidak menyerah dan berhasil memaksakan pertandingan berlanjut melalui adu setting.

Kedua pasangan terus saling mengejar angka dalam situasi menegangkan. Bahkan, Fajar/Fikri sempat memperoleh dua kesempatan untuk menutup gim pertama.

Namun, kesempatan tersebut gagal mereka manfaatkan secara maksimal. Gim pembuka akhirnya menjadi milik Chiu/Wang dengan skor tipis 26-24.

Gim Kedua: Pertahanan Lawan Sulit Ditembus

Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri mencoba bangkit dengan meningkatkan tekanan sejak awal pertandingan. Namun, pasangan Chinese Taipei justru tampil semakin percaya diri.

Chiu/Wang mampu membaca pola serangan dan mengembalikan berbagai pukulan berbahaya. Sebaliknya, Fajar/Fikri kesulitan menghasilkan poin melalui serangan yang biasanya menjadi andalan mereka.

Situasi semakin sulit ketika pasangan Indonesia tertinggal 6-13. Selain itu, beberapa kesalahan sendiri membuat jarak poin terus melebar.

Fajar/Fikri berupaya mengubah permainan untuk mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, Chiu/Wang tetap konsisten mempertahankan keunggulan.

Akhirnya, pertandingan berakhir setelah pasangan Indonesia kehilangan gim kedua dengan skor 13-21. Kekalahan ini memastikan perjalanan Fajar/Fikri di French Open 2026 terhenti pada babak pertama.

Fajar Alfian Akui Kondisi Fisik Belum Maksimal

Setelah pertandingan, Fajar Alfian mengakui performa mereka belum mencapai tingkat terbaik. Menurutnya, kondisi fisik dan fokus menjadi tantangan setelah jadwal pertandingan yang padat.

Fajar menjelaskan bahwa pasangan Chinese Taipei tampil sangat baik, terutama ketika menghadapi serangan Indonesia. Pertahanan lawan beberapa kali membuat Fajar/Fikri kesulitan memperoleh angka.

Selain itu, terdapat perbedaan karakteristik kok antara Denmark Open dan French Open 2026. Menurut Fajar, kok di Denmark bergerak lebih cepat dibandingkan dengan kondisi di Prancis.

Perbedaan tersebut menuntut penyesuaian strategi serta pola serangan. Namun, Fajar menegaskan kondisi fisik bukan alasan untuk mengabaikan hasil pertandingan.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi menghadapi rangkaian turnamen berikutnya. Terutama, pasangan Indonesia perlu memperbaiki pengelolaan kondisi selama pertandingan beruntun.

Fikri Soroti Hilangnya Momentum pada Gim Pertama

Muhammad Shohibul Fikri turut memberikan tanggapan mengenai kekalahan mereka. Ia menilai kesempatan memenangkan gim pertama sebenarnya sudah terbuka.

Namun, Fajar/Fikri gagal memanfaatkan momentum penting menjelang akhir gim. Akibatnya, pasangan lawan berhasil membalikkan tekanan dan memenangkan pertandingan pembuka.

Memasuki gim kedua, Chiu/Wang tampil lebih aman sekaligus meningkatkan tekanan. Sementara itu, serangan Fajar/Fikri beberapa kali gagal menembus pertahanan lawan.

Kondisi tersebut membuat pasangan Chinese Taipei semakin leluasa mengendalikan permainan. Oleh karena itu, efektivitas serangan menjadi salah satu aspek penting dalam evaluasi pasangan Indonesia.

Dari Juara Denmark Open 2026 hingga Tersingkir di Prancis

Kekalahan Fajar/Fikri menjadi sorotan karena terjadi beberapa hari setelah keberhasilan mereka di Denmark Open 2026.

Pada turnamen sebelumnya, pasangan Indonesia berhasil meraih gelar juara. Prestasi tersebut meningkatkan harapan publik terhadap penampilan mereka di French Open.

Selain itu, Fajar/Fikri memiliki catatan positif pada French Open 2025. Mereka berhasil mencapai final sebelum akhirnya menjadi runner-up setelah kalah dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Namun, perjalanan mereka tahun ini berakhir jauh lebih cepat. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan ketatnya persaingan ganda putra pada level internasional.

Meski demikian, satu kekalahan belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan perkembangan pasangan ini. Konsistensi, adaptasi, dan kesiapan fisik tetap menjadi faktor penting dalam persaingan papan atas.

Kekalahan French Open 2026 Menjadi Evaluasi Penting

Hasil French Open 2026 memberikan pelajaran penting bagi Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Mereka perlu menjaga ketajaman permainan sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi.

Selain itu, pengelolaan stamina menjadi perhatian ketika mengikuti turnamen secara beruntun. Jadwal kompetisi yang padat menuntut pemulihan fisik dan mental secara optimal.

Keberhasilan di Denmark membuktikan kemampuan pasangan Indonesia bersaing memperebutkan gelar. Namun, kekalahan di Prancis menunjukkan bahwa setiap pertandingan menghadirkan tantangan berbeda.

Karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi langkah penting sebelum kembali bertanding. Fajar/Fikri diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman ini untuk meningkatkan konsistensi permainan.

Kesimpulan: Fajar/Fikri Gagal Melaju ke Babak 16 Besar

Fajar/Fikri tumbang di French Open 2026 setelah kalah 24-26 dan 13-21 dari Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin.

Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan langkah mereka pada babak 32 besar. Padahal, pasangan Indonesia datang dengan modal gelar juara Denmark Open 2026.

Meski hasilnya mengecewakan, peluang untuk kembali menunjukkan performa terbaik masih terbuka pada turnamen mendatang.

Kini, perhatian tertuju pada evaluasi permainan dan kesiapan fisik Fajar/Fikri. Keduanya perlu menemukan kembali konsistensi agar mampu bersaing menghadapi pasangan-pasangan terbaik dunia.


Jangan Lewatkan Informasi yang Penting

Ikuti perkembangan ekonomi, bisnis, teknologi, pasar, hiburan, olahraga, dan berbagai peristiwa penting dari Indonesia maupun dunia bersama GAMKONOMI.

Temukan informasi terbaru yang ringkas, relevan, dan mudah dipahami untuk membantu Anda tetap mengikuti perubahan yang terjadi setiap hari.

[ Baca Berita Terbaru ]

GAMKONOMI — Informasi Ekonomi, Bisnis, dan Dunia dalam Satu Platform.

Diliraba Gulnazar